Dia adalah 'pemimpin yang agung', Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Abu Hamid ath Thusi al Ghazali, Hujjatul Islam. Dilahirkan pada tahun 450 H. Ayahnya bekerja sebagai pemintal bulu domba lalu menjualnya. Ketika mendekati hari kematiannya (Ayahnya), sang ayah menyerahkan dirinya dan saudaranya, Ahmad, kepada seorang temannya, seorang ahli tashawwuf yang baik, dimana dia mengajar dan kemudian menunjukkan keduanya (Al Ghazali dan Ahmad saudaranya) terhadap sebuah madrasah agar keduanya dapat belajar di sana, setelah teman ayahnya tersebut merasa tidak sanggup lagi membimbing kedua anak itu.
Al Ghazali mengembara ke berbagai negara untuk menuntut ilmu pengetahuan. Kemudian dia menetap bersama Imam Al Haromain Al Juwaini di Naisabur, sampai dia selesai mempelajari tentang al hikmah, filsafat, khilafiah, diskusi dan dialektik. Tentang berbagai ilmu pengetahuan ini, beliau telah mengarang banyak kitab dalam kajian dan karangan yang baik.
